‹ Semua renungan

Sabtu, 24 Maret 2029

Benar Tanpa Sadar

Dalam rapat, kadang seseorang melontarkan kalimat yang jauh lebih besar maknanya daripada yang ia sadari. Ia bermaksud satu hal, tetapi kata-katanya menyimpan kebenaran lain yang bahkan tak ia niatkan.

Itulah yang terjadi di sidang Mahkamah Agama. Para pemuka berkumpul, cemas, "Apakah yang harus kita buat? Orang itu membuat banyak mukjizat." Lalu Kayafas, sang Imam Besar, berkata dengan dingin penuh perhitungan, "Lebih berguna bagimu jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa binasa."

Ia bermaksud jahat: singkirkan satu orang demi keamanan kekuasaan. Tetapi Injil mencatat sesuatu yang mengejutkan. "Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu." Kalimat kejam Kayafas ternyata menyimpan kebenaran ilahi yang tidak ia mengerti. Yesus memang akan mati untuk banyak orang, bukan untuk satu bangsa saja, tetapi untuk mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

Yehezkiel jauh sebelumnya menubuatkan persatuan itu, "Aku akan menjadikan mereka satu bangsa, dan satu raja memerintah mereka." Rencana Allah bekerja bahkan lewat mulut orang yang menentang-Nya.

Ada penghiburan sekaligus peringatan di sini. Tuhan bisa memakai apa saja, bahkan siasat lawan, untuk menggenapi kasih-Nya. Tetapi celaka bagi yang memakai kekuasaannya untuk menyingkirkan orang benar.

Pernahkah aku mengorbankan seseorang demi kenyamananku sendiri, lalu menyebutnya demi kebaikan bersama?

Tuhan, jagalah aku dari menghalalkan segala cara demi rasa aman. Satukan kami yang tercerai-berai dalam kasih-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →