‹ Semua renungan

Kamis, 22 Maret 2029

Nama Baru

Di banyak keluarga, memberi nama anak bukan urusan sepele. Nama dipilih dengan doa, kadang setelah bermalam-malam menimbang, sebab nama dianggap membawa harapan. Orang tua seakan menuliskan doa masa depan pada seorang bayi lewat namanya.

Maka ketika Tuhan mengganti nama Abram menjadi Abraham, itu bukan sekadar tambahan satu huruf. Abraham berarti "bapa sejumlah besar bangsa." Padahal saat itu ia sudah tua dan belum punya keturunan dari Sara. Tuhan memberinya nama yang isinya belum kelihatan sama sekali, sebuah janji yang dipakaikan seperti baju sebelum tubuhnya ada.

Sejak hari itu, setiap kali orang memanggil namanya, ia mendengar janji Tuhan diulang. "Abraham", bapa banyak bangsa, padahal rumahnya masih sepi. Nama itu menjadi pegangan iman di tengah penantian panjang.

Dalam Injil, Yesus berbicara tentang Abraham juga, tetapi menaikkannya ke tingkat yang membuat pendengar-Nya mengambil batu. "Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Ia memakai nama Allah sendiri. Bapa banyak bangsa itu pun ternyata menanti-nantikan Dia yang lebih dahulu ada.

Kita juga diberi nama baru dalam pembaptisan, dipanggil anak Allah sebelum kita pantas menyandangnya. Nama itu adalah janji yang masih terus digenapi dalam diri kita.

Sudahkah aku hidup sesuai nama baru yang Tuhan berikan, atau masih menyangkalnya?

Tuhan, Engkau memanggilku dengan nama baru sebelum aku pantas. Bantu aku menghidupinya hari demi hari. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →