‹ Semua renungan

Jumat, 16 Maret 2029

Kehadiran yang Menegur

Ada orang yang kehadirannya saja sudah membuat kita gelisah, padahal ia tidak berbuat apa-apa kepada kita. Ia hanya hidup jujur, dan kejujurannya terasa seperti teguran tanpa kata. Kita jadi tidak nyaman, lalu diam-diam mencari-cari salahnya.

Kitab Kebijaksanaan menangkap suara hati yang gelap itu dengan jujur. "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan. Hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita." Orang benar tidak perlu menuduh; hidupnya sendiri sudah menjadi cermin yang tidak enak dipandang oleh yang serong.

Maka mereka mulai bekerja dengan lidah, bukan dengan tangan. Bisik-bisik, tuduhan, rencana. Dalam Injil pun demikian. Orang-orang di Yerusalem membicarakan Yesus dengan penuh curiga, "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?" Mereka berusaha menangkap-Nya, tetapi saat-Nya belum tiba.

Orang Jawa berkata, ajining diri saka lati, harga diri seseorang terpancar dari lidahnya. Lidah yang dipakai menggunjing dan menuduh akhirnya menjatuhkan pemiliknya sendiri, bukan orang yang dituju.

Prapaskah menanyai kita dari sisi yang tak enak: pernahkah kehadiran orang baik membuat kita gerah, lalu kita balas dengan mencari-cari celanya?

Tuhan, jika kebaikan orang lain membuatku iri, sembuhkan aku. Jagalah lidahku agar tidak menjatuhkan siapa pun. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →