‹ Semua renungan

Rabu, 14 Maret 2029

Tidak Mungkin Lupa

Kemarin kita meninggalkan orang yang baru sembuh sesudah tiga puluh delapan tahun. Hari ini Injil melanjutkan percakapan itu, ketika orang-orang mempersoalkan mengapa Yesus menyembuhkan pada hari Sabat. Yesus menjawab dengan membuka rahasia hubungan-Nya, "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."

Yang dikerjakan Bapa dan Anak itu satu: menghidupkan. "Sama seperti Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya." Kesembuhan di kolam tadi hanyalah cicipan kecil dari pekerjaan besar itu.

Tetapi apa yang menggerakkan Allah untuk terus-menerus menghidupkan? Yesaya memberi jawaban yang paling lembut dalam Kitab Suci. "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?"

Setiap ibu tahu, ada bagian dari dirinya yang tidak pernah benar-benar tidur. Sekeras apa pun lelahnya, sedikit saja bayinya merengek, ia terbangun. Tubuhnya seakan terhubung ke tubuh anaknya. Melupakan bayi itu rasanya mustahil.

Lalu Tuhan mengucapkan kalimat yang melampaui itu, "Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau." Kasih Allah bahkan lebih kokoh daripada naluri seorang ibu.

Kadang kita merasa seperti Sion yang berkata, "Tuhan telah meninggalkan aku." Padahal justru pada saat itu Ia sedang bekerja, seperti Bapa yang tidak pernah berhenti.

Benarkah Tuhan lupa, atau kita yang sedang tidak melihat pekerjaan-Nya?

Tuhan, ketika aku merasa terlupakan, ingatkan aku bahwa namaku terukir di tangan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →