‹ Semua renungan

Senin, 12 Maret 2029

Percaya Sebelum Sampai di Rumah

Sebelum ada telepon genggam, orang tua yang anaknya sakit di perantauan hanya bisa menunggu kabar dari mulut ke mulut. Berhari-hari mereka tidak tahu keadaan anaknya. Setiap ketukan di pintu bisa berarti kabar baik atau kabar yang paling ditakuti.

Pegawai istana dalam Injil hari ini menempuh jarak jauh dari Kapernaum ke Kana demi satu hal: memohon Yesus datang menyembuhkan anaknya yang hampir mati. Ia membayangkan Yesus harus hadir secara langsung, menyentuh, berdiri di samping ranjang. Tetapi Yesus hanya berkata, "Pergilah, anakmu hidup."

Tidak ada sentuhan. Tidak ada perjalanan bersama. Hanya sebuah kalimat. Dan inilah yang luar biasa: "Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi." Ia berbalik pulang dengan bekal satu kalimat, menempuh jalan panjang tanpa bukti apa pun di tangannya.

Baru di tengah jalan hambanya datang berlari mengabarkan anaknya sembuh, tepat pada jam Yesus berkata-kata. Percayanya mendahului buktinya.

Yesaya menjanjikan langit dan bumi yang baru, tempat "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan." Janji itu pun belum kita lihat penuh. Kita masih berjalan pulang dengan memegang satu kalimat.

Beranikah kita melangkah hari ini hanya berbekal firman, sebelum bukti kelihatan?

Tuhan, aku sering menuntut bukti sebelum percaya. Beri aku iman pegawai istana itu, yang pulang cukup dengan sabda-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →