‹ Semua renungan

Rabu, 7 Maret 2029

Diwariskan, Bukan Diwarisi

Ada resep masakan yang tidak pernah ditulis. Nenek hanya menunjukkannya di dapur: seberapa segenggam garam, sebesar apa api, kapan kuah dianggap pas. Kalau tidak diwariskan tangan ke tangan, resep itu hilang dalam satu generasi. Tidak ada lagi yang bisa memasaknya persis begitu.

Musa mengerti bahaya itu. Ia berpesan, "Waspadalah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu." Iman bukan harta yang otomatis menetes ke bawah. Iman diwariskan, bukan diwarisi. Ia harus diserahkan dengan sengaja, atau ia putus.

Maka aneh kalau kita menyerahkan segala hal kepada anak, mulai les sampai tabungan pendidikan, tetapi ragu-ragu mewariskan satu hal yang paling kita percayai: bahwa Tuhan itu dekat setiap kali kita memanggil-Nya. Kita cemas anak kekurangan bekal dunia, tetapi lupa membekali mereka untuk hal yang kekal.

Yesus datang bukan untuk meniadakan warisan itu, melainkan menggenapinya. Satu iota pun tidak Ia buang. Ia menghormati apa yang diserahkan turun-temurun, lalu mengisinya sampai penuh.

Apa yang paling kita percayai, sudahkah kita tunjukkan di "dapur" rumah kita sendiri?

Tuhan, jadikan hidupku resep yang bisa dibaca anak-anakku. Jangan biarkan iman ini putus di generasiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →