‹ Semua renungan

Selasa, 6 Maret 2029

Bon yang Sudah Dicoret

Di warung kampung, ada buku bon. Nama pelanggan ditulis di situ, lengkap dengan angka hutangnya. Kadang, kalau pemilik warung berbaik hati, ia mencoret satu nama sambil berkata, "Sudah, ndak usah dibayar." Bayangkan leganya orang yang namanya dicoret.

Yesus bercerita tentang hamba yang bonnya bukan main besar: sepuluh ribu talenta, hutang yang tak mungkin dilunasi sampai tujuh turunan. Raja mencoretnya. Habis perkara. Hamba itu keluar sebagai orang bebas.

Lalu ia bertemu kawan yang berhutang seratus dinar kepadanya, hutang recehan dibanding miliknya tadi. Dan ia mencekik kawan itu, "Bayar hutangmu!" Ia lupa bahwa tangannya sendiri baru saja dilepaskan dari cengkeraman yang jauh lebih besar.

Petrus bertanya, sampai berapa kali harus mengampuni, sampai tujuh kali? Yesus menjawab, tujuh puluh kali tujuh. Bukan supaya kita menghitung sampai angka itu, melainkan supaya kita berhenti menghitung.

Pengampunan yang kita tahan dari orang lain biasanya kecil sekali dibanding pengampunan yang sudah kita terima. Kita mencekik seratus dinar sambil lupa sepuluh ribu talenta kita sudah dihapuskan.

Nama siapa yang masih kita simpan di buku bon hati kita?

Tuhan, Engkau sudah mencoret seluruh hutangku. Ajarilah aku mencoret hutang orang lain kepadaku, tanpa menghitung. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →