‹ Semua renungan

Sabtu, 17 Februari 2029

Pesta di Rumah Lewi

Di mata tetangga, orang yang pernah rusak susah sekali dianggap baru. Sudah berubah bertahun-tahun pun, sebutannya tetap: bekas penipu, bekas pemabuk. Masa lalu dijadikan nama panggilan.

Kemarin Yesaya membongkar puasa yang palsu dan menunjukkan puasa yang benar: membuka belenggu dan membagi roti. Hari ini janjinya berlanjut dengan indah: terangmu akan terbit dalam gelap, engkau akan seperti taman yang diairi, dan engkau akan disebutkan yang memperbaiki tembok yang tembus. Allah suka memberi sebutan baru kepada orang yang berbalik.

Injil memperlihatkannya dalam satu adegan. Lewi, pemungut cukai yang dicap pengkhianat bangsa, dipanggil Yesus dengan dua kata: ikutlah Aku. Ia berdiri, meninggalkan segalanya, lalu mengadakan pesta besar di rumahnya. Orang Farisi bersungut-sungut, tetapi Yesus menjawab: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit.

Menarik, pertobatan dalam Injil berujung pesta, bukan ratapan. Prapaskah pun begitu. Kita berpantang dan berpuasa bukan untuk murung, melainkan karena sedang berjalan menuju sukacita.

Adakah orang yang masih kita panggil dengan masa lalunya, padahal Tuhan sudah memberinya nama baru?

Tuhan Yesus, tabibku, sembuhkanlah aku, dan ajarilah aku ikut bergembira atas setiap orang yang pulang. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →