‹ Semua renungan

Selasa, 13 Februari 2029

Allah Pun Berhenti

Ada warung yang bangga buka tujuh hari seminggu, tiga ratus enam puluh lima hari setahun. Tidak pernah libur dianggap prestasi. Kita pun sering begitu, mengukur harga diri dari padatnya kesibukan.

Kemarin kita mendengar empat hari pertama penciptaan. Hari ini kisah itu sampai ke ujungnya, dan ujungnya bukan manusia. Setelah menjadikan segala sesuatu, pada hari ketujuh Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya. Perhatikanlah: yang pertama kali disebut kudus dalam Alkitab bukan gunung, bukan bait, melainkan waktu untuk berhenti.

Kalau Allah yang mahakuasa saja berhenti, mengapa kita merasa tidak boleh? Berhenti bukan tanda malas. Berhenti adalah pengakuan iman bahwa hidup ini bukan semata hasil kerja kita. Orang yang tidak pernah bisa berhenti diam-diam sedang percaya bahwa dunia akan runtuh tanpa dirinya.

Dalam Injil, Yesus menegur orang yang sibuk dengan aturan lahiriah tetapi hatinya jauh. Kesibukan rohani pun bisa menjadi pelarian dari perjumpaan yang sesungguhnya.

Adakah dalam sepekan kita satu waktu yang sungguh kudus, waktu untuk berhenti dan menikmati Allah?

Tuhan, ajarilah aku berhenti, agar kutemukan kembali bahwa Engkaulah yang menopang hidupku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →