‹ Semua renungan

Rabu, 7 Februari 2029

Terlalu Kenal

Di kampung, orang yang pulang membawa keberhasilan sering diterima dengan dua wajah. Di depan, disalami. Di belakang, dibicarakan. Ah, dia itu dulu suka mandi di kali bersama kita. Anaknya tukang kayu itu, kan? Kedekatan bisa berubah menjadi kacamata yang justru mengaburkan.

Itulah yang terjadi di Nazaret. Orang-orang takjub mendengar Yesus mengajar, tetapi ketakjuban itu cepat berbelok menjadi penolakan. Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Mereka merasa sudah kenal, dan rasa sudah kenal itu menutup pintu iman. Markus mencatat kalimat yang menyesakkan: Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana.

Jangan-jangan kita pun begitu terhadap yang terlalu akrab. Misa yang itu-itu saja. Pasangan yang puluhan tahun duduk di sebelah kita. Sabda yang sudah sering kita dengar sampai hafal. Karena merasa sudah tahu, kita berhenti mendengarkan. Padahal Tuhan justru suka berbicara lewat yang paling dekat.

Surat Ibrani menambahkan: Tuhan mendidik orang yang dikasihi-Nya seperti bapa mendidik anak. Didikan itu sering datang lewat orang dan peristiwa biasa di rumah sendiri.

Siapa yang selama ini kita anggap terlalu biasa untuk menjadi utusan Tuhan?

Tuhan, bukalah mataku terhadap kehadiran-Mu dalam wajah-wajah yang paling kukenal. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →