‹ Semua renungan

Senin, 5 Februari 2029

Ujung Jumbai

Pasar adalah tempat orang berhitung. Semua ada harganya, semua bisa ditawar. Tetapi dalam Injil hari ini pasar berubah fungsi. Orang-orang Genesaret meletakkan orang sakit di pasar, bukan untuk dipertontonkan, melainkan untuk menunggu Yesus lewat.

Permintaan mereka sederhana sekali: asal boleh menjamah jumbai jubah-Nya saja. Bukan minta upacara, bukan minta doa yang panjang. Ujung jubah saja cukup. Dan Markus mencatat: semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh. Iman yang tampak sepele di mata manusia ternyata cukup lebar untuk dilewati kuasa Allah.

Bacaan pertama membawa kita ke awal segalanya. Allah menciptakan terang, langit, laut, dan darat, dan berulang-ulang dikatakan: Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Tangan yang dulu merangkai semesta itulah yang kini bahkan lewat ujung jubah-Nya menyembuhkan. Kuasa yang sama, kelembutan yang sama.

Hari ini Gereja mengenang Santa Agata, gadis Sisilia yang dianiaya karena imannya. Ia berpegang pada Tuhan seperti orang sakit memegang jumbai jubah: erat, sederhana, tidak mau lepas.

Kita sering merasa doa kita terlalu kecil untuk didengar. Padahal yang menentukan bukan besarnya doa, melainkan kepada siapa tangan itu terulur.

Tuhan, kepada-Mu kuulurkan tanganku yang kecil ini. Sentuhlah dan sembuhkanlah aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →