‹ Semua renungan

Minggu, 4 Februari 2029

Garam Tak Minta Panggung

Di dapur, garam adalah bumbu paling murah. Ia tidak pernah jadi bintang. Tidak ada orang memuji masakan dengan berkata: wah, garamnya enak sekali. Tetapi coba hilangkan dia. Sayur semahal apa pun langsung hambar. Garam bekerja dengan cara yang aneh: ia harus larut, hilang dari pandangan, supaya seluruh masakan berubah rasa.

Yesus berkata: kamu adalah garam dunia, kamu adalah terang dunia. Dua gambar yang arahnya seperti berlawanan. Garam bekerja dengan menghilang, terang bekerja dengan tampak. Garam tidak boleh menonjolkan diri, terang tidak boleh disembunyikan di bawah gantang. Bagaimana mungkin keduanya sekaligus?

Kuncinya ada di ujung perkataan Yesus: supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Yang harus tampak adalah perbuatan baiknya, bukan orangnya. Yang dimuliakan adalah Bapa, bukan kita. Murid Kristus hadir seperti garam: kehadirannya terasa, jasanya nyata, tetapi dirinya tidak minta panggung.

Yesaya menerjemahkan garam dan terang itu ke dalam daftar yang sangat membumi: memecah roti bagi yang lapar, membuka rumah bagi yang tak punya atap, memberi pakaian kepada yang telanjang, berhenti menunjuk-nunjuk orang dengan jari. Dan janji Yesaya persis memakai bahasa terang: pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar. Terang seorang beriman ternyata tidak dinyalakan dengan kata-kata besar, melainkan dengan tangan yang berbagi.

Paulus melengkapinya dari sisi lain. Kepada jemaat Korintus ia mengaku datang dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar, tanpa kata-kata yang indah. Pewarta sebesar Paulus tidak mengandalkan kilau dirinya. Ia hanya mau tahu satu hal: Yesus Kristus yang disalibkan. Seperti garam, ia rela larut supaya yang terasa bukan dirinya melainkan kekuatan Allah.

Kita hidup di zaman yang mengajarkan sebaliknya: tampil, tonjolkan diri, pastikan semua orang tahu kebaikanmu. Sabda hari ini menawarkan jalan lain. Berbuatlah baik senyata garam di sayur: terasa oleh semua orang, diributkan tidak. Biarlah orang menikmati rasanya, bertanya-tanya, lalu menemukan bahwa sumbernya adalah Allah.

Pekan ini, kebaikan apa yang bisa kita kerjakan tanpa perlu diketahui siapa pun?

Bapa, jadikan kami garam yang rela larut dan terang yang tidak menyilaukan, agar bukan nama kami yang harum melainkan nama-Mu yang dimuliakan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →