‹ Semua renungan

Sabtu, 3 Februari 2029

Pujian dari Kayu Salib

Kata-kata terakhir seseorang biasanya kita ingat seumur hidup. Di ranjang sakit, orang jarang berbicara tentang harta. Yang keluar biasanya pesan, permintaan maaf, atau ucapan syukur.

Hari ini Gereja mengenang Paulus Miki dan kawan-kawannya, dua puluh enam martir yang disalibkan di bukit Nagasaki tahun 1597. Yang mengharukan, dari atas salibnya Paulus Miki masih berkhotbah. Ia mengampuni para algojonya dan bersaksi bahwa ia mati dengan sukacita sebagai orang yang mengasihi Kristus. Kata-kata terakhirnya adalah pujian.

Surat Ibrani hari ini seolah menuliskan hidupnya: marilah kita senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Korban syukur tidak menunggu keadaan enak. Justru pujian yang keluar di tengah derita adalah persembahan yang paling jernih.

Kita mungkin tidak akan disalib. Tetapi kesempatan kecil tersedia setiap hari: memuji Tuhan saat rezeki seret, bersyukur saat rencana gagal. Sulit? Tentu. Tetapi bibir yang terbiasa bersyukur di hari biasa akan sanggup bersyukur di hari tergelap.

Kalimat apa yang paling sering keluar dari bibir kita akhir-akhir ini: keluhan atau pujian?

Tuhan, latihlah bibirku memuji-Mu dalam segala keadaan, seperti Santo Paulus Miki dan kawan-kawannya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →