‹ Semua renungan

Kamis, 1 Februari 2029

Bekal Satu Tongkat

Perhatikanlah orang berkemas untuk bepergian tiga hari. Tasnya bisa seperti orang pindahan. Baju cadangan, obat, camilan, jas hujan. Semua serba jaga-jaga. Kita merasa aman kalau membawa banyak.

Kemarin kita mendengar Yesus ditolak di kampung-Nya sendiri. Hari ini Ia tidak mundur. Ia justru memperluas pewartaan: dua belas murid diutus berdua-dua. Tetapi daftar bekalnya mengejutkan. Tongkat, boleh. Roti, jangan. Bekal, jangan. Uang, jangan. Baju pun cukup satu.

Mengapa sengaja dibuat ringan? Karena murid yang tasnya penuh mudah percaya pada isi tasnya. Murid yang tasnya kosong terpaksa percaya pada Dia yang mengutus, dan pada kebaikan orang yang menerimanya. Kepercayaan itulah bekal yang sesungguhnya.

Surat Ibrani hari ini memberi gambaran senada. Kita tidak datang kepada gunung yang mengerikan, yang membuat Musa gemetar. Kita sudah datang ke kota Allah yang hidup, kepada kumpulan yang meriah. Perjalanan iman bukan pendakian dengan beban ketakutan, melainkan pulang ke pesta.

Hari ini, beban apa yang sebenarnya tidak perlu kita bawa?

Tuhan, ringankan tanganku dari genggaman yang berlebihan, supaya aku belajar bersandar hanya pada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →