‹ Semua renungan

Rabu, 31 Januari 2029

Tukang Kayu Itu

Yang paling sulit melihat kebesaran seseorang biasanya tetangganya sendiri. Kita menyimpan potret lama orang-orang dekat. Ah, dia kan dulu suka bolos. Ah, dia kan anak si anu. Potret lama itu menghalangi kita melihat siapa dia sekarang.

Di Nazaret, Yesus mengalaminya. Orang sekampung takjub mendengar hikmat-Nya, tetapi buru-buru menutup diri: bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Mereka merasa terlalu kenal, dan justru karena itu gagal mengenal. Markus mencatat kalimat yang pilu: Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana. Bukan kuasa-Nya yang habis, melainkan pintu yang dikunci dari dalam.

Santo Yohanes Bosko, yang kita kenang hari ini, punya mata sebaliknya. Ketika orang lain melihat anak-anak jalanan Turin sebagai calon penjahat, ia melihat calon orang kudus. Katanya, dalam diri setiap anak yang paling nakal pun ada titik yang bisa disentuh kebaikan. Dari mata semacam itu lahir ribuan anak yang berubah.

Kita bisa memilih memakai mata Nazaret atau mata Don Bosko. Memenjarakan orang dalam potret lamanya, atau memberi ruang bagi karya Allah yang belum selesai pada dirinya.

Siapa yang selama ini hanya kita pandang dengan potret lamanya?

Tuhan, perbaruilah mataku, supaya tidak seorang pun kupenjarakan dalam masa lalunya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →