‹ Semua renungan

Senin, 29 Januari 2029

Pulanglah ke Rumahmu

Orang yang baru mengalami perubahan besar biasanya ingin pergi jauh. Merantau, memulai hidup baru, meninggalkan tempat yang menyimpan kenangan buruk. Masuk akal. Di tempat lama, orang mengingat kita yang dulu.

Orang Gerasa itu pasti merasakannya. Bertahun-tahun ia hidup di pekuburan, berteriak siang malam, memukuli diri dengan batu. Sekampung mengenalnya sebagai si kerasukan. Ketika Yesus memulihkannya, permintaannya wajar sekali: ia ingin ikut naik perahu, menyertai Yesus, pergi dari tempat yang tahu segala aibnya.

Yesus menolak. Justru kepada orang ini, satu-satunya di daerah itu, Ia memberi perutusan: pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah apa yang telah diperbuat Tuhan atasmu.

Pulang. Ke kampung yang menyimpan catatan terburuknya. Sebab di sanalah kesaksiannya paling berbunyi. Orang bisa membantah khotbah, tetapi tidak bisa membantah tetangga yang dulu dirantai dan kini duduk waras.

Kita sering bermimpi melayani Tuhan di tempat yang jauh dan megah. Padahal ladang yang paling sulit sekaligus paling jujur biasanya dekat: rumah sendiri, keluarga sendiri, kampung sendiri. Di sana kita tidak bisa berpura-pura.

Apa yang telah diperbuat Tuhan atas kita? Mulailah menceritakannya di rumah.

Tuhan, jadikanlah rumahku ladang kesaksianku yang pertama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →