‹ Semua renungan

Jumat, 26 Januari 2029

Tumbuh waktu Kita Tidur

Tidak ada petani yang menunggui benihnya semalaman. Sesudah menabur, ia pulang, makan, tidur. Dan justru ketika ia tidur, pekerjaan paling ajaib berlangsung: benih menggeliat, tunas mendorong tanah, bulir terisi diam-diam. Bagaimana terjadinya, kata Yesus, tidak diketahui orang itu.

Perumpamaan ini obat bagi kita yang gemar cemas. Kita sering mengira segala sesuatu tumbuh karena kita awasi. Anak, pekerjaan, pelayanan, bahkan doa, semuanya ingin kita kontrol hasilnya. Padahal ada bagian yang memang bukan jatah kita. Menabur dan menyiram itu tugas kita. Menumbuhkan itu urusan Allah, dan Ia mengerjakannya juga pada malam hari, ketika kita sudah tidak berdaya apa-apa.

Orang Jawa punya pepatah sabar: alon-alon waton kelakon. Pelan-pelan asal terlaksana. Kerajaan Allah pun bertumbuh seperti itu, tanpa gaduh, dari biji sesawi yang paling kecil menjadi pohon tempat burung bersarang.

Timotius dan Titus, yang dikenang hari ini, adalah benih yang tumbuh pelan. Paulus menabur, menitipkan jemaat-jemaat muda kepada mereka, lalu pergi. Gereja-gereja itu bertumbuh dalam senyap.

Adakah benih yang sudah lama kita tanam dan hampir kita putus asakan? Jangan dicabut. Ia mungkin sedang tumbuh, malam ini juga.

Tuhan, ajarilah aku menabur dengan setia dan tidur dengan tenang, sebab Engkaulah yang menumbuhkan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →