‹ Semua renungan

Jumat, 19 Januari 2029

Dipanggil dengan Nama

Nama panggilan di kampung sering lebih awet daripada nama akta. Orang dipanggil menurut cerita hidupnya. Dan kita tahu rasanya: disebut nama oleh orang yang penting bagi kita membuat dada hangat.

Kemarin ribuan orang berdesakan tanpa nama di sekeliling Yesus. Hari ini di atas bukit suasananya berbeda. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan mereka datang. Dua belas nama disebut satu per satu. Simon yang diberi nama baru, Petrus. Yakobus dan Yohanes yang dijuluki anak-anak guruh. Ada nelayan, ada pemungut cukai, ada Simon orang Zelot yang membenci penjajah, ada Yudas yang kelak berkhianat.

Daftar itu campuran yang nyaris mustahil rukun. Tetapi mereka dipilih bukan karena cocok satu sama lain, melainkan karena dikehendaki oleh Satu yang sama. Dan tujuan pertamanya mengejutkan: untuk menyertai Dia. Sebelum diutus, sebelum diberi kuasa, mereka dipanggil untuk tinggal dekat.

Surat Ibrani hari ini berbicara tentang perjanjian baru yang ditulis bukan pada loh batu, melainkan di dalam hati. Panggilan Allah memang selalu sepersonal itu. Ia tidak merekrut kerumunan. Ia memanggil nama.

Nama kita juga sudah disebut-Nya. Sudahkah kita datang?

Tuhan, Engkau memanggil namaku sebelum aku berbuat apa-apa. Berilah aku hati yang menjawab: ini aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →