‹ Semua renungan

Senin, 15 Januari 2029

Kantong Kulit Tua

Ibu-ibu zaman dulu pandai menambal. Baju sobek tidak langsung dibuang, dicarikan kain penambal. Tetapi mereka tahu satu pantangan: kain baru yang belum susut jangan ditambalkan ke baju tua. Sekali dicuci, kain baru mengerut dan mencabik kain tua. Niatnya menyelamatkan, hasilnya koyak makin lebar.

Yesus memakai ilmu rumah tangga itu untuk berbicara tentang hidup rohani. Ia ditanya soal puasa: mengapa murid-murid-Nya tidak berpuasa seperti murid Yohanes dan orang Farisi. Jawab-Nya, sahabat mempelai tidak berpuasa selama mempelai bersama mereka. Lalu menyusul perumpamaan kain dan kantong: anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru.

Anggur baru itu Injil, sukacita Kerajaan Allah. Kantong tua itu kebiasaan dan cara pikir lama kita. Masalahnya, kita sering ingin dua-duanya. Mau ikut Yesus, tetapi cara menimbang untung rugi tidak berubah. Mau rajin berdoa, tetapi dendam tetap dipelihara. Anggur baru dituang ke kantong tua. Hasilnya kita kenal: iman yang bocor di mana-mana.

Yang diminta Yesus bukan tambal sulam, melainkan wadah baru. Hati yang lentur, yang bersedia dibentuk ulang.

Bagian mana dari hidup kita yang selama ini hanya kita tambal, padahal Tuhan ingin memperbaruinya seluruhnya?

Tuhan, jangan biarkan aku puas menambal. Berilah aku hati yang baru bagi anggur-Mu yang baru. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →