‹ Semua renungan

Jumat, 12 Januari 2029

Digotong Berempat

Di kampung, orang sakit yang harus dibawa berobat tidak pernah berangkat sendirian. Ada yang menggotong, ada yang memapah, ada yang berlari mencari kendaraan. Gotong royong paling tua memang bentuknya itu: meminjamkan tenaga bagi yang tidak berdaya.

Kemarin seorang kusta masih bisa datang sendiri kepada Yesus. Hari ini yang datang justru tidak bisa datang sendiri: seorang lumpuh, digotong empat sahabatnya. Pintu buntu oleh kerumunan. Mereka tidak pulang. Mereka naik ke atas, membongkar atap, dan menurunkan tilam lewat lubangnya. Lalu Markus menulis kalimat yang layak digarisbawahi: ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, dosamu sudah diampuni.

Iman mereka. Bukan iman si lumpuh yang disebut. Ada saat ketika iman seseorang sedang lumpuh, dan ia hanya bisa berbaring. Pada saat seperti itu, ia hidup dari iman orang-orang yang menggotongnya. Doa ibunya. Kesetiaan sahabatnya. Kesabaran pasangannya.

Kita pun bergiliran. Kadang menjadi yang digotong, kadang menjadi penggotong. Pertanyaannya hari ini: siapa yang sedang kita gotong? Dan seberapa jauh kita mau repot? Berhenti di pintu yang penuh, atau berani membongkar atap?

Tuhan, jadikanlah aku salah satu dari empat penggotong itu, yang tidak menyerah sebelum sahabatku tiba di hadapan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →