‹ Semua renungan

Kamis, 11 Januari 2029

Sentuhan yang Ditunggu

Tubuh kita punya bahasa yang lebih tua dari kata-kata. Bayi tenang karena dekapan. Orang sakit terhibur karena tangannya digenggam. Jabat tangan bisa mendamaikan apa yang gagal didamaikan oleh rapat panjang.

Kemarin kita melihat Yesus dikerumuni orang sakit sekota. Hari ini datang seorang yang tidak boleh ikut kerumunan itu: penderita kusta. Hukum mewajibkannya tinggal di luar, berteriak najis kepada siapa pun yang mendekat. Bertahun-tahun tidak ada kulit manusia yang menyentuhnya.

Permintaannya pun hati-hati sekali: kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. Yesus bisa saja menyembuhkan dengan sepatah kata dari jarak aman. Tetapi Markus mencatat hal yang mengejutkan: tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan dan menjamah orang itu. Sentuhan itu tidak diperlukan untuk mukjizat. Sentuhan itu diperlukan untuk martabat. Sebelum kulitnya sembuh, hatinya sudah dipulihkan: ia disentuh, berarti ia manusia.

Di sekitar kita ada orang-orang yang lama tidak tersentuh. Bukan hanya kulitnya, terutama hatinya. Yang dianggap aib keluarga. Yang dijauhi karena masa lalunya. Mereka tidak butuh ceramah. Mereka menunggu satu uluran yang berkata: kamu masih saudara kami.

Tuhan, gerakkanlah tanganku menyentuh orang yang paling dihindari, seperti Engkau menjamah aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →