Rabu, 10 Januari 2029
Subuh di Kapernaum
Di banyak rumah, orang yang paling dulu bangun adalah ibu. Ketika seisi rumah masih bergelung, dapur sudah berbunyi. Hari yang baik sering disiapkan oleh satu orang yang rela bangun lebih awal.
Kemarin kita mendengar Yesus mengajar dengan kuasa di rumah ibadat Kapernaum. Hari ini Markus mengikuti-Nya sepanjang satu hari penuh. Keluar dari rumah ibadat, Ia menyembuhkan ibu mertua Simon. Menjelang malam, seluruh kota berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang sampai larut. Jadwal yang menguras siapa pun.
Lalu datang ayat yang mudah terlewat: pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Setelah hari paling sibuk, Yesus tidak menambah tidur. Ia menambah doa. Dari keheningan subuh itulah Ia menemukan arah: marilah kita pergi ke tempat lain, karena untuk itu Aku telah datang.
Kesibukan yang tidak pernah hening lama-lama kehilangan arah. Kita mengerjakan banyak hal, tetapi lupa untuk apa semuanya. Yesus menjaga arah dengan cara sederhana: mencuri waktu gelap sebelum orang lain bangun.
Milik siapakah menit-menit pertama hari kita?
Tuhan, ajarilah aku mencari wajah-Mu di waktu sunyi, sebelum dunia menuntut apa-apa dariku. Amin.