Senin, 8 Januari 2029
Ikut Antre
Kemarin kita memandang para majus bersujud di depan bayi Betlehem. Hari ini Injil melompat sekitar tiga puluh tahun. Bayi itu sudah dewasa, dan penampakan-Nya yang berikut terjadi di tempat yang tidak disangka: di tengah antrean.
Di tepi Yordan, orang berbaris menunggu dibaptis Yohanes. Isi antrean itu jelas: para pendosa yang ingin bertobat. Lalu Yesus datang dari Galilea dan berdiri di barisan yang sama. Yohanes kaget dan mencoba mencegah. Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu. Ia benar. Tetapi Yesus memilih tetap antre.
Yang tak berdosa berdiri di antrean orang berdosa. Ia tidak menyapa kita dari panggung kehormatan, melainkan dari barisan yang sama dengan kita. Yesaya sudah melukisnya jauh hari: hamba yang tidak berteriak di jalan, yang tidak mematahkan buluh yang patah terkulai.
Dan justru di titik terendah itu langit terbuka: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Suara itu turun sebelum Yesus berkhotbah, sebelum satu mukjizat pun dibuat. Kasih Bapa bukan upah prestasi.
Kita yang dibaptis mewarisi suara yang sama. Maka jangan takut mengambil tempat yang rendah. Di sana langit paling mudah terbuka.
Bapa, terima kasih, Engkau menyebutku anak yang Kaukasihi sebelum aku sempat berbuat apa-apa. Amin.