Sabtu, 6 Januari 2029
Pekerjaan Telunjuk
Dari seluruh anggota tubuh, telunjuk termasuk yang paling sederhana. Ia tidak memegang, tidak menggenggam. Kerjanya satu: mengarahkan mata orang ke tempat lain, menjauh dari dirinya sendiri.
Kemarin kita mendengar Yohanes tiga kali berkata bukan tentang dirinya. Hari ini kita tahu untuk apa semua penyangkalan itu. Begitu Yesus lewat, Yohanes mengangkat telunjuknya: lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Seluruh hidup Yohanes ternyata pekerjaan telunjuk. Ia mengosongkan diri supaya arah tudingannya jelas.
Ia bahkan jujur mengakui: aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia. Yohanes tidak menunjuk karena serba tahu. Ia menunjuk karena taat pada apa yang dilihatnya: Roh turun seperti merpati dan tinggal di atas-Nya.
Surat Yohanes menambahkan alasannya: lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa, sehingga kita disebut anak-anak Allah. Orang yang sadar dirinya anak tidak perlu berebut menjadi pusat. Warisannya sudah aman. Tangannya bebas untuk menunjuk kepada Bapa.
Hidup kita pun sebenarnya sedang menunjuk ke suatu arah. Pertanyaannya, ke mana? Ke diri sendiri, atau ke Dia?
Tuhan, jadikanlah hidupku telunjuk yang lurus, yang membuat orang melihat Engkau, bukan aku. Amin.