‹ Semua renungan

Jumat, 5 Januari 2029

Tiga Kali Bukan

Manusia senang dianggap lebih dari kenyataannya. Disangka bos, tersenyum. Dikira orang penting, dibiarkan saja. Jarang ada yang buru-buru meluruskan sangkaan yang menguntungkan.

Yohanes Pembaptis didatangi utusan resmi dari Yerusalem. Mereka menawarkan gelar-gelar besar. Engkau Mesias? Elia? Nabi yang akan datang? Tiga kali Yohanes menjawab: bukan. Padahal satu anggukan saja bisa membuatnya dielukan orang sekampung. Ia memilih menjadi suara di padang gurun, bukan pusat perhatian. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak, katanya.

Kita hidup di tengah godaan sebaliknya. Orang berebut panggung, berebut gelar, berebut disebut paling berjasa. Yohanes menunjukkan kebesaran jenis lain: tahu diri. Ia tahu persis siapa dirinya karena ia tahu persis siapa yang sedang datang. Gregorius dari Nazianze, yang dikenang kembali hari ini, pernah merelakan takhta uskup Konstantinopel demi kedamaian Gereja. Orang besar memang tidak takut turun.

Surat Yohanes memberi rahasianya: tinggallah di dalam Dia. Orang yang tinggal dalam Kristus tidak perlu mencuri kemuliaan, sebab ia sudah punya pegangan. Justru yang kosong di dalam biasanya rakus akan sebutan di luar.

Berani jujur tentang siapa diri kita adalah langkah pertama memberi tempat bagi Tuhan.

Tuhan, ajarilah aku berkata bukan atas kemuliaan yang bukan milikku, supaya Engkau leluasa bekerja lewat diriku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →