Kamis, 4 Januari 2029
Pulang Lewat Jalan Lain
Orang yang pulang dari pasar biasanya lewat jalan yang sama dengan saat berangkat. Jalan yang kita kenal terasa aman. Perlu alasan kuat untuk mengubah rute.
Para majus punya alasan itu. Sesudah bersujud di hadapan Anak itu, mereka pulang ke negerinya melalui jalan lain. Alasan praktisnya jelas: menghindari Herodes. Tetapi Injil seakan menitipkan makna kedua. Orang yang sungguh berjumpa dengan Tuhan memang tidak bisa pulang lewat jalan yang sama. Ada yang berubah. Cara memandang, cara menimbang, cara melangkah.
Perhatikan juga apa yang mereka tinggalkan di Betlehem: emas, kemenyan, mur. Harta yang dibawa jauh-jauh dari Timur itu tidak dibawa pulang. Perjumpaan sejati selalu membuat kita lebih ringan, bukan lebih sarat.
Banyak dari kita rajin berjumpa Tuhan. Misa, doa, ziarah. Tetapi ujiannya sederhana: adakah jalan pulang kita berubah? Kalau sesudah berdoa kita masih menyimpan dendam yang sama, masih memakai siasat yang sama, jangan-jangan kita belum sungguh bersujud. Baru mampir.
Jalan lain itu tidak selalu jauh. Kadang cukup berupa satu kebiasaan lama yang akhirnya kita relakan tertinggal di palungan.
Tuhan, sesudah berjumpa dengan-Mu, jangan biarkan aku pulang sebagai orang yang sama. Amin.