Rabu, 3 Januari 2029
Hafal Alamat, Tak Berangkat
Ada orang yang hafal seluruh jadwal bus antarkota, padahal ia tidak pernah bepergian. Ada yang fasih menyebut menu warung sebelah, padahal tidak pernah makan di sana. Tahu banyak, berangkat tidak.
Di Yerusalem, para imam kepala dan ahli Taurat persis seperti itu. Ditanya Herodes di mana Mesias lahir, mereka menjawab tangkas: di Betlehem, ada tertulis dalam kitab nabi. Alamatnya hafal di luar kepala. Jaraknya hanya sekitar sepuluh kilometer. Tetapi tidak satu pun dari mereka berangkat.
Yang berangkat justru orang-orang asing dari negeri jauh, yang pengetahuannya tentang Kitab Suci jauh lebih sedikit. Para majus hanya punya satu bintang dan satu kerinduan. Ternyata itu cukup.
Yesaya berseru: bangkitlah, menjadi teranglah. Terang memang datang dari Allah, tetapi kata bangkitlah tetap perintah untuk kita. Pengetahuan iman yang tidak menggerakkan kaki hanyalah arsip.
Berapa banyak kebenaran yang sudah kita hafal tetapi belum pernah kita jalani? Kita tahu memaafkan itu wajib. Tahu doa itu perlu. Tahu sedekah itu indah. Tahunya sudah bertahun-tahun. Berangkatnya kapan?
Tuhan, gerakkanlah kakiku, supaya apa yang kuhafal tentang Engkau menjadi jalan yang sungguh kutempuh. Amin.