Selasa, 2 Januari 2029
Berani Bertanya
Di kampung, orang yang tersesat cukup berhenti di warung dan bertanya. Malunya sebentar, selamatnya sampai tujuan. Anehnya, makin tinggi sekolah seseorang, makin berat rasanya bertanya. Takut kelihatan tidak tahu.
Para majus adalah orang-orang paling terpelajar di zamannya. Ahli bintang, pembaca langit. Tetapi ketika ilmu mereka mentok di Yerusalem, mereka tidak gengsi bertanya: di manakah Dia? Justru karena mau bertanya, mereka sampai ke Betlehem. Ilmu membawa mereka berangkat, kerendahan hati membawa mereka sampai.
Hari ini Gereja mengenang Santo Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, dua sahabat, dua orang paling cerdas pada abad keempat. Kata Gregorius, mereka hanya bersaing dalam satu hal: siapa yang lebih dulu mengalah demi yang lain. Kecerdasan tidak membuat mereka berhenti mencari Allah, malah membuat pencarian itu makin lapar.
Iman yang sehat memang begitu. Ia tidak takut pada pertanyaan. Yang berbahaya bukan orang yang bertanya, melainkan orang yang merasa sudah selesai. Herodes tidak bertanya untuk menyembah. Ia bertanya untuk mengamankan takhta.
Hari ini, pertanyaan apa yang masih jujur kita bawa kepada Tuhan?
Tuhan, jadikanlah aku pencari yang rendah hati, yang tidak malu bertanya di mana Engkau berada. Amin.