Jumat, 29 Desember 2028
Sekarang Boleh Pergi
Ada orang tua yang bertahan hidup seolah menunggu satu hal saja rampung. Cucu lahir, anak menikah. Setelah itu, katanya, ia siap dipanggil. Simeon adalah orang seperti itu. Roh Kudus menjanjikan bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias.
Maka bertahun-tahun ia menunggu di Bait Allah, mengamati setiap bayi yang dibawa masuk. Sampai suatu hari sepasang orang tua miskin datang membawa Anak mereka, dan hati tua itu tahu. Ia menyambut Yesus, menatang-Nya, lalu berkata dengan lega yang dalam: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu."
Betapa tenang sebuah hidup yang telah melihat apa yang paling penting. Memegang Sang Juruselamat sekejap sudah cukup membuat kematian terasa seperti pulang, bukan kehilangan.
Tetapi ia juga jujur pada Maria. Anak ini akan menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan, dan sebilah pedang akan menembus jiwa sang ibu. Sukacita sejati tidak pernah menutupi harga yang menyertainya.
Kemarin Yohanes menulis bahwa Allah adalah terang. Hari ini ia memberi ukuran apakah kita mengenal terang itu: jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Bila hari ini adalah hari terakhirku, sudahkah mataku melihat apa yang paling penting untuk dilihat?
Tuhan, seperti Simeon yang memeluk-Mu lalu siap pergi dalam damai, ajarilah aku menaruh hidupku pada apa yang paling penting, dan mengenal-Mu dengan menuruti perintah-Mu. Amin.