‹ Semua renungan

Sabtu, 23 Desember 2028

Namanya Yohanes

Kemarin Maria menutup kunjungannya dengan sebuah nyanyian. Hari ini rumah Zakharia dipenuhi urusan yang lebih membumi: memberi nama seorang bayi. Di kampung, memberi nama anak sering menjadi urusan seluruh keluarga. Kakek punya usul, paman punya kehendak, tetangga punya pendapat. Nama biasanya diwariskan, menyambung nama leluhur agar garis keluarga tak putus.

Maka ketika Elisabet berkata anaknya harus dinamai Yohanes, semua orang bingung. "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Mereka menoleh kepada Zakharia yang masih bisu. Ia meminta batu tulis dan menulis: "Namanya adalah Yohanes." Seketika itu juga mulutnya terbuka, dan ia memuji Allah.

Nama Yohanes berarti Tuhan bermurah hati. Dengan menolak nama leluhur dan memilih nama pemberian malaikat, Zakharia dan Elisabet mengakui satu hal: anak ini bukan milik mereka untuk dilanjutkan menurut mau mereka. Ia milik Allah, dengan tugas yang sudah ditentukan.

Ketaatan itulah yang membuka mulut Zakharia. Selama ia bersikeras dengan pertanyaannya sendiri, ia bisu. Begitu ia tunduk pada rencana Allah, ia bisa memuji.

Adakah dalam hidupku yang masih kupegang sebagai milikku, padahal sejak awal ia milik Allah?

Tuhan, bukalah mulutku untuk memuji dengan menaati kehendak-Mu. Ajarilah aku melepaskan apa yang kukira milikku, dan mengakui bahwa semuanya milik-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →