Jumat, 22 Desember 2028
Nyanyian Orang Kecil
Kemarin rahim Elisabet melonjak. Hari ini mulut Maria terbuka menjadi nyanyian. "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku." Kita menyebutnya Magnificat, lagu paling terkenal yang pernah dinyanyikan seorang perempuan muda dari kampung.
Yang menarik, nyanyian itu bukan tentang dirinya. Cepat sekali Maria berpindah dari aku ke seluruh umat. Ia bernyanyi tentang Allah yang "menurunkan orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang yang rendah, melimpahkan yang baik kepada yang lapar, dan menyuruh orang kaya pergi dengan tangan hampa". Ini bukan lagu ninabobo. Ini nyanyian yang membalik dunia.
Maria tidak mengarangnya sendiri. Berabad sebelumnya, Hana, ibu Samuel, sudah menyanyikan lagu yang mirip ketika menyerahkan anaknya kepada Tuhan. Bacaan pertama mempertemukan dua ibu yang tahu satu rahasia: Allah suka bekerja lewat orang kecil yang tak diperhitungkan.
Betapa sering yang berkuasa mengira dunia berputar di sekitar mereka. Padahal di kampung yang jauh, seorang gadis biasa sedang mengandung Dia yang akan membalik segalanya. Gusti ora sare, Tuhan tidak pernah tidur. Ia bekerja justru di tempat yang tak diawasi kamera mana pun.
Bila aku menghitung diriku terlalu kecil untuk dipakai Tuhan, apakah aku sedang melupakan cara-Nya yang biasa?
Tuhan, Engkau meninggikan yang rendah dan mengenyangkan yang lapar. Jadikanlah hidupku nyanyian yang memuliakan-Mu, dan ingatkanlah aku bahwa Engkau bekerja lewat orang-orang kecil. Amin.