‹ Semua renungan

Kamis, 21 Desember 2028

Melonjak di Dalam

Kemarin kita mendengar Maria berkata ya kepada malaikat. Hari ini kita melihat apa yang segera ia lakukan sesudahnya. Ia tidak berdiam diri menikmati rahasianya. Ia berangkat dan langsung berjalan ke pegunungan menuju rumah Elisabet. Rahmat yang sungguh diterima selalu mendorong kaki untuk melangkah keluar.

Yang terjadi di rumah itu sederhana tetapi menggetarkan. Begitu salam Maria terdengar, melonjaklah anak yang di dalam rahim Elisabet. Yohanes kecil, yang belum lahir, sudah menari mengenali Tuhannya yang juga belum lahir. Dua ibu, dua kandungan, dan sukacita yang berpindah dari tubuh ke tubuh tanpa satu kata teologi pun.

Kidung Agung meminjamkan suara bagi sukacita ini: "Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! Musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti." Kedatangan Sang Kekasih mengubah musim. Yang beku mencair, yang bisu berbunyi.

Ada sesuatu yang jujur dalam tubuh yang tak bisa berpura-pura. Anak dalam rahim melonjak sebelum akal sempat berpikir. Sukacita sejati memang begitu, ia terasa di badan sebelum sempat dijelaskan.

Kapan terakhir kali kehadiran Tuhan membuat sesuatu dalam diriku ikut melonjak, bukan sekadar mengangguk setuju?

Tuhan, seperti Maria yang bergegas dan Yohanes yang melonjak, gerakkanlah aku untuk membawa kehadiran-Mu kepada orang lain, dan berilah aku sukacita yang terasa sampai ke tubuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →