‹ Semua renungan

Rabu, 20 Desember 2028

Tanda yang Ditolak

Aneh, ada orang yang menolak diberi tanda dengan alasan yang terdengar saleh. Nabi Yesaya menawarkan kepada Raja Ahas: mintalah pertanda apa saja dari Tuhan, dari dunia orang mati sampai langit tertinggi. Ahas menjawab dengan sopan berlebihan: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN."

Kedengarannya rendah hati. Padahal itu penolakan. Ahas sudah punya rencana politiknya sendiri dan tidak ingin diganggu oleh Allah. Ia menolak tanda bukan karena terlalu percaya, melainkan karena tidak mau percaya. Maka Tuhan tetap memberi tanda, entah ia mau atau tidak: "Seorang perempuan muda mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamakan-Nya Imanuel."

Kemarin malaikat menemui Zakharia yang ragu. Hari ini kita mendengar bagaimana Maria menjawab ketika tanda yang jauh lebih besar ditawarkan kepadanya. Ia tidak berlindung di balik kesalehan palsu. Ia bertanya jujur, lalu berkata, "Jadilah padaku menurut perkataanmu." Dua orang, dua jawaban. Yang satu menutup pintu dengan sopan, yang lain membukanya lebar-lebar.

Kadang penolakan kita kepada Allah pun berpakaian rohani. "Aku tidak pantas." "Aku tidak mau merepotkan Tuhan." Bisa jadi itu kerendahan hati. Bisa jadi itu cuma cara halus menutup pintu.

Adakah tawaran Tuhan yang kutolak dengan alasan yang kedengarannya saleh?

Tuhan, jangan biarkan aku menolak-Mu dengan dalih kesalehan. Berilah aku hati Maria yang berani berkata, jadilah padaku menurut perkataan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →