‹ Semua renungan

Kamis, 14 Desember 2028

Si Kecil yang Dipegang

Ada julukan yang seharusnya menghina, tetapi di mulut Allah berubah menjadi kelembutan. "Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel." Bayangkan, umat pilihan disebut cacing. Kecil, lemah, gampang terinjak. Namun kalimat itu tidak berhenti di penghinaan. Ia berlanjut: "Akulah yang menolong engkau."

Kemarin kita mendengar tentang rajawali yang naik terbang. Hari ini gambarnya seolah berbalik: umat disebut cacing dan ulat. Tetapi keduanya menuju satu titik yang sama. Kekuatan orang beriman tidak pernah terletak pada dirinya, melainkan pada Tangan yang memegangnya. "Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu."

Hari ini Gereja mengenang Santo Yohanes dari Salib, pujangga yang menulis tentang malam gelap jiwa. Ia tahu betul saat-saat ketika iman terasa seperti berjalan dalam gelap, tanpa cahaya, tanpa rasa. Tetapi justru di malam itu, katanya, Allah paling dekat, memegang tangan kita persis ketika kita tak bisa melihat-Nya.

Yesus dalam Injil memuji Yohanes Pembaptis, yang terbesar di antara yang lahir dari perempuan, tetapi menambahkan bahwa yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Di Kerajaan-Nya, ukurannya memang terbalik.

Ketika aku merasa sekecil cacing, beranikah aku percaya bahwa tangan Allah sedang memegangku?

Tuhan, ketika aku merasa kecil dan berjalan dalam gelap, ingatkanlah aku bahwa tangan-Mu tetap memegang tangan kananku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →