‹ Semua renungan

Rabu, 13 Desember 2028

Yang Letih Diberi Sayap

Ada lelah yang tidur semalam bisa memulihkan. Ada juga lelah yang lebih dalam, yang tidak hilang oleh istirahat, sebab ia lelah jiwa. Lelah menanggung, lelah berharap, lelah menjadi baik tanpa ada yang tahu.

Kepada lelah yang kedua itulah dua bacaan hari ini berbicara. Kemarin Yesaya berseru, "Hiburkanlah umat-Ku." Hari ini ia melanjutkan: "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu, tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya." Menanti Tuhan, anehnya, bukan menghabiskan tenaga, melainkan mengembalikannya.

Yesus menawarkan hal yang sama dengan gambar lain. "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan." Ia tidak menjanjikan hidup tanpa beban. Ia menawarkan kuk yang enak, beban yang ringan, dan yang terpenting, ditanggung berdua.

Hari ini Gereja mengenang Santa Lusia, gadis martir yang namanya berasal dari kata lux, cahaya. Di tengah malam paling panjang menjelang titik balik matahari, Gereja sengaja merayakan seorang yang namanya berarti terang. Sebab justru dalam kelelahan yang paling pekat, terang itu dijanjikan.

Beban mana yang paling melelahkan jiwaku, yang belum kubawa kepada Dia?

Tuhan, kepada-Mu kubawa lelah yang tak sanggup kupikul sendiri. Pasangkanlah kuk-Mu yang ringan, dan berilah aku sayap seperti rajawali untuk menanti-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →