‹ Semua renungan

Selasa, 12 Desember 2028

Yang Seekor

Secara hitungan dagang, meninggalkan sembilan puluh sembilan demi satu adalah keputusan bodoh. Gembala yang baik justru dinilai dari menjaga mayoritas tetap aman. Membiarkan yang banyak untuk mengejar yang seekor terdengar seperti untung sedikit, rugi banyak.

Tetapi Allah, syukurlah, bukan pedagang. "Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan dan pergi mencari yang sesat itu?" Di mata Yesus, yang hilang tidak pernah menjadi sekadar angka yang bisa direlakan. Ia wajah, ia nama.

Kita hidup di zaman yang mengagungkan yang besar dan yang banyak. Yang seekor mudah dianggap kerugian yang wajar. Tetapi Bapa, kata Yesus, "tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang". Bukan satu pun.

Yesaya mendengar suara yang sama lembutnya: "Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku. Tenangkanlah hati Yerusalem." Allah kita tidak berteriak menghardik yang tersesat. Ia turun mencari, lalu menghibur.

Barangkali hari ini akulah yang seekor itu, yang merasa terlalu jauh untuk dicari. Atau mungkin aku yang diminta ikut mencari. Adakah satu orang yang sedang tersesat, yang kuanggap tak sepadan dengan usahaku?

Tuhan, gembala yang mencari yang seekor, temukanlah aku ketika aku tersesat, dan pakailah aku untuk mencari mereka yang dunia anggap tak berarti. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →