Senin, 11 Desember 2028
Empat Tangan
Ada penyakit yang lebih berat daripada lumpuh, yaitu lumpuh tanpa teman. Orang lumpuh dalam Injil hari ini beruntung. Ia punya empat orang yang tidak menyerah. Ketika pintu penuh sesak, mereka tidak pulang. Mereka naik ke atap, membongkarnya, lalu menurunkan tempat tidur itu tepat di depan Yesus.
Lukas mencatat sebuah kalimat yang mudah terlewat. "Ketika Yesus melihat iman mereka." Mereka, bukan hanya dia. Yang disembuhkan adalah si lumpuh, tetapi yang dilihat Yesus adalah iman orang-orang yang menggotongnya. Kadang seseorang sampai kepada Kristus bukan karena kaki sendiri, melainkan karena diangkat oleh tangan orang lain.
Kita jarang menghitung berapa banyak orang yang pernah menggotong kita ke hadapan Tuhan. Ibu yang berdoa diam-diam. Teman yang menyeret kita kembali ke gereja. Orang yang percaya pada kita ketika kita sendiri sudah putus asa.
Yesaya menjanjikan bahwa padang gurun akan bergirang, orang lumpuh akan melompat seperti rusa. Mukjizat itu sering dititipkan lewat tangan-tangan yang mau repot.
Siapa yang perlu kugotong hari ini ke hadapan Yesus, walau harus membongkar atap?
Tuhan, terima kasih untuk tangan-tangan yang pernah menggotongku kepada-Mu. Jadikanlah aku tangan yang mau repot bagi orang lain yang tak sanggup berjalan sendiri. Amin.