‹ Semua renungan

Sabtu, 9 Desember 2028

Tuaian dan Tangan

Petani mana pun tahu bahwa perasaan yang paling menyesakkan bukanlah gagal panen. Yang paling menyesakkan justru panen berlimpah tetapi tak cukup tangan untuk memetiknya. Padi menguning, siap dituai, lalu rontok sia-sia di batang karena tak ada yang turun ke sawah.

Itulah yang dilihat Yesus atas orang banyak. "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Hatinya tergerak oleh belas kasihan, sebab mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Ia tidak melihat kerumunan yang merepotkan. Ia melihat ladang yang matang, jiwa-jiwa yang menanti disapa.

Lalu apa yang Ia lakukan? Ia tidak menyelesaikan sendirian. Ia memanggil dua belas murid dan mengutus mereka. Belas kasih-Nya berubah menjadi perutusan. Tuhan memilih membagikan tangan-Nya lewat tangan manusia.

Yesaya sudah menjanjikan bahwa Allah tak akan menyembunyikan diri: "Pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab," dan hujan pun turun bagi benih. Tetapi hujan itu sering datang lewat orang yang bersedia diutus.

Bila hari ini Tuhan mencari pekerja untuk tuaian-Nya, sudikah aku menjadi salah satu tangan yang Ia butuhkan?

Tuhan pemilik tuaian, gerakkanlah hatiku oleh belas kasih seperti hati-Mu, dan utuslah aku menjadi tangan bagi mereka yang terlantar tanpa gembala. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →