Kamis, 7 Desember 2028
Di Atas Batu
Tukang yang berpengalaman tahu bahwa bagian rumah yang paling penting justru yang tak kelihatan. Fondasi. Orang yang buru-buru sering menghematnya, membangun langsung di atas pasir karena lebih cepat dan murah. Rumahnya berdiri sama tegak, sama indah. Perbedaannya baru tampak ketika hujan turun dan banjir datang.
Yesus menutup Khotbah di Bukit dengan gambar ini. Dua rumah, dua dasar. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu." Yang membedakan bukan mendengar, sebab keduanya mendengar. Yang membedakan adalah melakukan.
Hari ini Gereja mengenang Santo Ambrosius, uskup Milan, yang khotbahnya begitu kokoh sampai menuntun Agustinus muda kembali kepada Allah. Tetapi kekuatan kata-katanya lahir dari hidup yang sungguh dijalani, bukan sekadar diucapkan.
Kemarin Yesaya mengajak kita ke perjamuan di gunung Tuhan. Hari ini gunung yang sama muncul sebagai kota yang teguh: "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera." Batu itu, akhirnya, adalah kepercayaan yang dijalani, bukan cuma disimpan.
Adakah sabda yang sudah lama kudengar, tetapi belum pernah benar-benar kulakukan?
Tuhan, jangan biarkan aku puas hanya mendengar. Bangunlah hidupku di atas batu sabda-Mu, agar tahan ketika hujan dan banjir datang. Amin.