‹ Semua renungan

Rabu, 6 Desember 2028

Meja di Puncak

Di kampung, ukuran sebuah pesta bukan pada hiasannya, melainkan pada apakah semua orang pulang kenyang. Tuan rumah yang baik gelisah bila masih ada tamu yang piringnya kosong. Ia lebih suka masakan habis daripada tamu lapar.

Yesaya melukiskan keselamatan justru dengan gambar sebuah perjamuan. "TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion bagi segala bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, anggur yang tua benar." Bukan hanya bagi satu suku. Bagi segala bangsa. Dan di meja itu Ia melakukan satu hal lagi: meniadakan maut untuk seterusnya dan menghapuskan air mata dari segala muka.

Injil hari ini seolah gambar kecil dari perjamuan besar itu. Hati Yesus tergerak melihat orang banyak yang tiga hari mengikuti-Nya tanpa makan. Ia tidak tega menyuruh mereka pulang lapar. Tujuh roti dan beberapa ikan, di tangan-Nya, mengenyangkan ribuan, dan masih sisa tujuh bakul.

Allah kita bukan Allah yang berhitung pas-pasan. Ia Allah yang selalu berlebih.

Di masa Adven ini, adakah orang yang piringnya kosong dekat kita, yang menanti kita tergerak seperti hati Yesus?

Tuhan yang menyediakan meja bagi segala bangsa, gerakkanlah hatiku oleh belas kasih, dan ajarlah aku percaya bahwa yang sedikit di tangan-Mu selalu berlebih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →