Selasa, 5 Desember 2028
Dari Tunggul yang Mati
Siapa pun yang pernah menebang pohon tahu satu hal yang aneh. Dari tunggul yang tampak mati, kadang muncul tunas hijau. Kayu yang sudah dianggap habis ternyata masih menyimpan hidup. Sedikit air, sedikit waktu, dan taruk baru menyembul dari pangkal yang keras.
Dengan gambar itulah Yesaya bernubuat: "Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai." Isai adalah ayah Daud. Menyebut tunggul berarti mengakui bahwa wangsa Daud sudah tumbang, tinggal potongan yang membatu. Tetapi justru dari situ Allah menjanjikan Raja yang membawa roh hikmat dan takut akan Tuhan, yang menghakimi orang lemah dengan keadilan.
Allah memang gemar memulai dari tempat yang orang lain sudah tinggalkan. Dari yang kelihatan tamat.
Injil menegaskan pola yang sama. Yesus bergembira: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." Rahmat tumbuh bukan di puncak yang tinggi hati, melainkan di pangkal yang rendah.
Adakah bagian hidupku yang sudah kuanggap tunggul mati, tempat aku tak lagi menunggu apa-apa dari Tuhan?
Tuhan, tumbuhkanlah tunas-Mu dari tunggul yang telah kuanggap mati, dan jadikanlah aku cukup kecil untuk menerima rahasia-Mu. Amin.