‹ Semua renungan

Senin, 4 Desember 2028

Pedang Jadi Bajak

Bacaan I Yesaya 2:1-5 Mazmur Mazmur 122:1-9 Injil Matius 8:5-11

Di tangan seorang pandai besi, logam tidak punya nasib yang tetap. Sebilah pedang bisa dilebur, dipukul ulang di atas landasan, lalu keluar sebagai mata bajak. Besi yang sama. Dulu untuk membunuh, kini untuk menanam.

Itulah mimpi yang dilihat Yesaya tentang hari-hari terakhir. "Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas." Bangsa tidak lagi belajar perang. Sebuah dunia di mana alat pembunuh diubah menjadi alat penghidup.

Kita mudah menganggap ini utopia yang jauh. Tetapi perubahan itu selalu mulai dari satu hati. Perwira dalam Injil hari ini adalah orang yang biasa memegang pedang. Ia terbiasa memberi komando: "Pergi, maka ia pergi." Namun di hadapan Yesus, mulutnya berubah. Dari mulut yang biasa memerintah keluar kalimat yang rendah hati: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata."

Gereja meletakkan kalimat itu di bibir kita setiap kali menyambut komuni. Kalimat seorang serdadu yang pedangnya sudah jadi bajak.

Adakah dalam diriku sepotong besi keras yang masih kupakai untuk melukai, yang hari ini bisa kuserahkan untuk ditempa ulang?

Tuhan, tempalah yang keras dalam diriku menjadi alat yang menghidupkan, dan cukupkanlah aku dengan sepatah kata-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →