‹ Semua renungan

Selasa, 28 November 2028

Musim Menuai

Petani tidak pernah menuai padi yang masih hijau. Tetapi begitu bulir menguning dan menunduk, ia juga tidak menunda-nunda; padi yang lewat masak akan rontok sendiri di batang. Menuai adalah soal membaca waktu, dan petani yang baik tidak tergesa-gesa sekaligus tidak terlambat.

Kitab Wahyu hari ini memakai bahasa sawah untuk berbicara tentang sejarah dunia: Anak Manusia duduk di atas awan dengan sabit tajam di tangan-Nya, dan malaikat berseru, ayunkanlah sabit-Mu dan tuailah, sebab tuaian di bumi sudah masak. Sejarah bukan garis lurus tanpa ujung. Ada musimnya, ada saat menuainya, dan yang memegang sabit bukan nasib yang buta, melainkan Dia yang bermahkota emas.

Dalam Injil, orang-orang sedang mengagumi kemegahan Bait Allah, dan Yesus mengingatkan bahwa batu-batu indah itu pun akan diruntuhkan. Lalu menyusul pesan-Nya yang paling praktis: waspadalah supaya kamu jangan disesatkan; banyak orang akan datang berteriak saatnya sudah dekat; janganlah kamu mengikuti mereka. Jangan pula terkejut mendengar kabar peperangan dan bencana.

Orang beriman hidup seperti petani. Tidak panik menghitung-hitung tanggal, tidak juga lengah. Ia menabur yang baik hari ini, dan mempercayakan musim menuai kepada Pemilik ladang.

Tuhan, Pemilik tuaian, semoga Engkau mendapati aku sedang setia menabur ketika musim menuai tiba. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →