‹ Semua renungan

Sabtu, 18 November 2028

Tetes yang Melubangi Batu

Bacaan I 3 Yohanes 5-8 Mazmur Mazmur 112:1-6 Injil Lukas 18:1-8

Di bawah pancuran tua di kampung, batu kalinya berlubang. Siapa yang melubanginya? Bukan palu, bukan pahat. Tetesan air. Padahal tetes itu lemah; sekali jatuh tidak mengubah apa-apa. Kekuatannya cuma satu: ia tidak berhenti.

Janda dalam perumpamaan Yesus hari ini adalah tetesan itu. Ia tidak punya uang untuk menyuap, tidak punya kerabat untuk menekan. Di hadapan hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, senjatanya hanya datang lagi, dan datang lagi: belalah hakku. Akhirnya hakim yang lalim itu menyerah. Bukan karena insaf, melainkan karena tidak tahan.

Lalu Yesus menarik garisnya: kalau hakim jahat saja akhirnya membela, apalagi Allah yang mengasihi orang-orang pilihan-Nya siang dan malam. Persoalannya sering terbalik dari dugaan kita. Bukan Allah yang jemu mendengar; kita yang jemu meminta. Banyak doa berhenti bukan karena ditolak, melainkan karena bosan.

Maka pertanyaan penutup-Nya terasa menusuk: jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? Bukan iman yang gemuruh sesaat. Iman yang menetes terus.

Tuhan, berilah aku doa yang tidak jemu-jemu, setia menetes sampai batu yang paling keras pun terbuka. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →