Jumat, 17 November 2028
Hari yang Biasa Saja
Hari itu dimulai biasa saja. Orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, membeli dan menjual, menanam dan membangun. Bacalah sekali lagi daftar kegiatan zaman Nuh dan zaman Lot itu: tidak ada satu pun yang jahat. Semuanya kesibukan wajar orang baik-baik.
Justru itulah yang mengerikan. Yang membinasakan mereka bukan dosa besar yang spektakuler, melainkan rutinitas lancar yang menelan kewaspadaan. Hidup berjalan begitu mulus sampai tidak tersisa ruang untuk bertanya: untuk apa semua ini? Lalu air bah datang, pada hari yang biasa saja.
Ingatlah akan isteri Lot, kata Yesus. Ia sudah keluar dari kota yang dihukum, tinggal berjalan lurus. Tetapi ia menoleh, dan membeku. Kakinya sudah pergi; hatinya masih tertinggal.
Elisabet dari Hungaria, yang kita kenang hari ini, wafat pada usia dua puluh empat tahun. Ratu muda yang hari-harinya pendek tetapi terjaga: ia turun dari istana, membagikan roti kepada yang lapar, merawat orang sakit dengan tangannya sendiri. Ia tidak menunda kebaikan, seolah tahu waktunya tidak panjang. Siap menyambut Tuhan memang bukan berarti hidup ketakutan. Siap berarti tidak menunda.
Tuhan, bangunkan aku dari rutinitas yang meninabobokan, agar hari yang biasa pun kuisi dengan kasih yang tidak biasa. Amin.