Sabtu, 11 November 2028
Separuh Mantol
Malam musim dingin di gerbang kota Amiens, seorang prajurit muda berkuda melihat pengemis setengah telanjang menggigil. Ia tidak membawa uang. Yang melekat di badannya hanya mantol prajurit. Maka dicabutnya pedang, dibelahnya mantol itu menjadi dua, dan separuhnya diberikan. Malamnya ia bermimpi melihat Kristus mengenakan separuh mantol itu. Prajurit itu adalah Martinus dari Tours, yang kita kenang hari ini.
Mengapa hanya separuh? Konon karena separuhnya lagi memang milik dinas ketentaraan. Martinus memberikan seluruh bagian yang benar-benar miliknya. Ia tidak menunggu bisa memberi banyak; ia memberi semua yang ada di tangannya, dan itu cukup.
Paulus hari ini membuka rahasia yang searah: aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Kenyang atau lapar, kelimpahan atau kekurangan. Cukup ternyata bukan soal jumlah, melainkan keputusan hati yang bersandar pada Dia yang memberi kekuatan.
Kemarin kita mendengar pujian bagi bendahara yang cerdik; hari ini Yesus menutup pelajarannya dengan tegas: kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Martinus memilih tuannya malam itu, dengan sebilah pedang dan separuh mantol.
Tuhan, ajari aku berkata cukup, supaya tanganku selalu bebas untuk memberi. Amin.