Rabu, 8 November 2028
Hitung Dulu
Siapa pun yang pernah membangun rumah kenal ritual ini: sebelum membeli sekarung semen pun, duduk dulu bersama tukang, menghitung. Berapa sak, berapa batang besi, berapa hari kerja. Rumah yang dibangun tanpa hitungan biasanya berhenti pada tiang-tiangnya.
Ternyata Yesus juga bicara soal anggaran. Siapa yang mau mendirikan menara, kata-Nya, tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya? Raja mana yang berangkat berperang tanpa menghitung pasukannya? Dan Ia mengatakan itu justru kepada orang banyak yang sedang berduyun-duyun mengikuti-Nya.
Aneh, bukan? Kemarin kita mendengar perumpamaan tuan rumah yang kecewa karena para undangan menolak dengan seribu alasan. Hari ini, kepada mereka yang berbondong-bondong datang, Yesus malah memperlambat langkah: hitung dulu, sebab ada salib dalam daftar biayanya. Undangan-Nya memang cuma-cuma, tetapi tidak murahan.
Paulus menunjukkan hasil hitungan yang jujur itu: melakukan segala sesuatu tanpa bersungut-sungut, lalu bercahaya seperti bintang-bintang di tengah angkatan yang bengkok hatinya. Iman yang sudah menghitung sejak awal tidak mudah kaget di tengah jalan.
Tuhan, aku sudah menghitung, dan aku tetap memilih mengikuti Engkau. Kuatkanlah aku sampai bangunan ini selesai. Amin.