Jumat, 3 November 2028
Rumah Setengah Jadi
Di kampung, banyak rumah dibangun dengan cara dicicil. Tahun ini fondasi. Dua tahun lagi tembok. Kusen menunggu hasil panen berikutnya. Tidak ada yang malu punya rumah setengah jadi; semua orang tahu, rumah yang baik memang butuh waktu.
Paulus memandang jemaat Filipi seperti itu. Dari penjara ia menulis dengan nada yang anehnya penuh sukacita: Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Perhatikan siapa subjek kalimat itu. Bukan kalian harus menyelesaikannya, melainkan Ia akan meneruskannya. Tukangnya Allah sendiri, dan Tukang yang satu ini tidak pernah meninggalkan proyek-Nya.
Kita sering kecewa pada diri sendiri. Dosa yang itu-itu lagi. Doa yang kering. Kesabaran yang jebol di tempat yang sama. Lalu kita menyimpulkan: aku tidak akan pernah selesai. Benar, belum selesai. Tetapi belum selesai tidak sama dengan terbengkalai.
Dalam Injil, Yesus menyembuhkan orang sakit busung air justru pada hari Sabat. Bahkan pada hari istirahat pun Allah tidak berhenti memulihkan manusia. Itulah kabar baiknya: pekerjaan-Nya atas diri kita jalan terus. Hari demi hari, cicilan demi cicilan, sampai rampung pada hari Kristus.
Tuhan, teruskanlah pekerjaan-Mu dalam diriku yang setengah jadi ini, sampai tuntas menurut rancangan-Mu. Amin.