‹ Semua renungan

Rabu, 25 Oktober 2028

Yang Banyak Dipercaya

Diberi titipan itu terasa manis sekaligus berat. Ketika seseorang menyerahkan kunci rumahnya, atau menitipkan anaknya, atau memercayakan uangnya, ada rasa dihormati. Tetapi bersamaan dengan itu datang beban yang tidak ringan: kepercayaan menuntut pertanggungjawaban. Makin besar yang dititipkan, makin besar pula yang dipertaruhkan.

Yesus berbicara tentang seorang pengurus rumah yang dipercaya tuannya mengatur para hamba dan membagikan makanan pada waktunya. Kalau ia setia, ia berbahagia dan akan diangkat menjadi pengawas segala milik tuannya. Tetapi kalau ia menyalahgunakan kepercayaan itu, berpesta dan menindas sesama hamba karena mengira tuannya tak kunjung pulang, ganjarannya berat.

Lalu Yesus mengucapkan kalimat yang menjadi kunci: setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut. Kepercayaan bukan hadiah untuk dinikmati diam-diam, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan. Talenta, jabatan, kesehatan, waktu, bahkan iman, semuanya titipan.

Ini sekaligus menghibur dan menegur. Menghibur, sebab berarti Tuhan sungguh memercayai kita, bukan menganggap kita tak berguna. Menegur, sebab kepercayaan itu akan ditanya kembali. Kita bukan pemilik, melainkan pengurus.

Paulus menyebut dirinya pelayan yang dipercayakan tugas memberitakan kekayaan Kristus yang tak terduga, meski ia merasa paling hina di antara orang kudus. Kepercayaan besar diberikan justru kepada orang yang menyadari dirinya kecil.

Hari ini, kepercayaan mana yang sedang kita nikmati sebagai milik, padahal seharusnya kita urus sebagai titipan?

Tuhan, apa pun yang Kaupercayakan padaku, ajarilah aku mengurusnya dengan setia, sebagai hamba, bukan pemilik. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →