‹ Semua renungan

Selasa, 17 Oktober 2028

Cawan yang Bersih di Luar

Ada cara mencuci piring yang menipu. Bagian luar cangkir digosok sampai mengilap, tetapi dasar dalamnya dibiarkan berkerak, menghitam oleh endapan kopi bertahun. Dari luar tampak bersih dan pantas dipajang. Yang minum dari dalamnya baru tahu ceritanya berbeda.

Seorang Farisi heran karena Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Bagi orang itu, kebersihan lahiriah adalah ukuran kesalehan. Tetapi Yesus menusuk lebih dalam: kamu membersihkan bagian luar cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Bukankah Dia yang menjadikan bagian luar juga menjadikan bagian dalam?

Godaan itu abadi. Lebih mudah mengurus tampilan daripada isi hati. Lebih gampang terlihat saleh daripada sungguh saleh. Kita rapikan yang kelihatan orang, sambil membiarkan kerak di sudut hati.

Hari ini Gereja mengenang Santo Ignasius dari Antiokhia, uskup yang digiring ke Roma untuk dibunuh demi imannya. Dalam perjalanan menuju kematian, ia menulis bahwa ia ingin menjadi gandum Allah, yang digiling supaya menjadi roti murni bagi Kristus. Kesuciannya bukan pajangan luar; ia diuji sampai ke dalam, sampai ke darah. Paulus benar: yang berarti bukanlah tanda lahiriah, melainkan iman yang bekerja oleh kasih.

Yesus memberi jalan keluar yang tak terduga: berikanlah isinya sebagai sedekah, maka semuanya menjadi bersih. Hati dibersihkan bukan dengan lebih banyak memoles luar, melainkan dengan memberi.

Bagian dalam mana yang selama ini kita biarkan berkerak, sementara sibuk mengilapkan yang di luar?

Tuhan, bersihkanlah aku dari dalam, dan jadikanlah kesalehanku sungguh, bukan sekadar tampak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →